Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

12/17/2009

Salah dalam Menyikapi Tahun Baru Hijriyah


Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1430 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hijrah beliau adalah garis pembatas antara yang hak dan yang batil.
Dalam menghadapi tahun baru hijriyah ini, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Mereka tidak mau mencukupkan diri dengan ajaran nabi. Padahal Ibnu Mas’ud mengatakan pada kita:
ITTABI’U WA LAA TABTADI’U FAQOD KUFITUM, KULLU BID’ATIN DHOLALAH (Ikutilah ajaran nabi. Janganlah kalian membuat bid’ah. Ajaran Nabi sudah cukup bagi kalian. Ketahuilah bahwa setiap bid’ah adalah sesat).(Diriwayatkan oleh Ath Thobrony).
Beberapa kekeliruan inilah yang kita akan bahas pada posting yang cukup singkat ini. Semoga Allah memudahkan urusan ini.


KEKELIRUAN PERTAMA: Mengamalkan do’a awal dan akhir tahun

Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.
Bahkan yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. Amalan do’a ini termasuk perkara yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Karena ingatlah bahwa kita hanya punya satu nabi yang harus diikuti. Jika amalan ini disyariatkan oleh seorang ulama, kyai atau ustadz, maka ketahuilah bahwa setiap perkataan manusia harus kita tolak jika bertentangan dengan ajaran nabi kita. Itu yang harus kita ingat.

KEKELIRUAN KEDUA: Puasa awal dan akhir tahun

Amalan puasa ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali. Bahkan hadits yang menjelaskan fadhilah atau keutamaan amalan ini adalah hadits dari para pendusta dan pemalsu hadits, sebagaimana dikatakan oleh Imam Al Fatani dalam Tadzkiratul Maudhu’at.
Jadi, amalan seperti ini tidak perlu diamalkan karena tidak ada tuntunannya.

KEKELIRUAN KETIGA: Merayakan Tahun Baru Hijriyah

Sikap seperti ini dalam menyambut tahun baru hijriyah juga suatu kekeliruan. Perbuatan semacam ini cuma sekedar meniru-niru orang kafir yang merayakan tahun baru masehi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda pada kita:
MAN TASYABBAHA BIQOUMIN FAHUWA MINHUM. (Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka). (HR. Abu Daud. Syaikhul Islam mengatakan: sanadnya jayid).
Jadi tidak perlu mengadakan pengajian yang dipas-pasin dengan tahun baru hijriyah, untuk memperingati hari tersebut. Begitu pula tidak perlu bersengaja makan-makan, menyalakan lilin atau lampu dari biasanya. Ini semua adalah perbuatan meniru orang Nashrani yang merayakan tahun baru masehi dengan menyalakan lilin, membuat makanan dan bernyanyi ria.
Seorang muslim tidak boleh mengikuti jejak mereka,tidak boleh meniru-niru mereka walaupun dalam hati tidak ada niat meniru mereka. Karena ingatlah bahwa larangan meniru orang kafir tetap berlaku, baik dengan niat mengikuti mereka ataupun tidak. Ingatlah hal ini.
Dan juga perlu diperhatikan bahwa merayakan tahun baru hijriyah tidak pernah dilakukan oleh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan sahabat lainnya. Padahal mereka adalah orang yang semangat dalam beramal dan semangat dalam mengikuti ajaran nabi. Namun kenapa mereka tidak melakukan perayaan ini? Karena memang perayaan seperti ini hanya meniru-niru orang kafir dan tidak ada tuntunannya sama sekali.

“LAU KANA KHOIRON LASABAQUNA ILAIH” (Seandainya hal itu baik, tentu mereka, para sahabat akan mendahului kita dalam melakukannya).

“Ikutilah jalan kebenaran, walaupun sedikit orang yang menitinya dan jauhilah jalan kebinasaan, sekalipun banyak orang yang mengikutinya”, itulah untaian kata yang sangat indah dari Fudhail bin Iyadh.

Jadi menghidupkan tahun baru hijriyah bukanlah dengan melakukan hal-hal di atas. Cukuplah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai contoh kita. Apa yang beliau tidak amalkan, itu juga adalah sunnah (ajaran) beliau dan patut kita contoh.

Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya. Namun sudahkah kita mencintai dan menggunakan kalender hijriyah, itulah yang harus kita ingat baik-baik pada saat ini.
Marilah kita menggunakan kalender hijriyah dalam setiap tulisan dan aktifitas kita. Itulah yang mulai dilupakan kaum muslimin di tahun baru ini. Pasti di antara kita tidak tahu sekarang tanggal berapa hijriyah?

Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan.

Salah satu rujukan: Majalah Qiblati edisi 4/III

Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal, ST
sumber : http://rumaysho.wordpress.com/

Read more "Salah dalam Menyikapi Tahun Baru Hijriyah..."

11/20/2009

Prediksi Kiamat 2012, Benarkah?


Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sudah sejak dua tahun yang lalu isu kiamat ini muncul. Apalagi belakangan ini semakin mencuat karena boomingnya film yang menceritakan ramalan tersebut. Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Meksiko. Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.




Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi. Tukang ramal Indonesia, Mama Lauren pun sempat angkat bicara di transTV bahwa paranormal tidak bisa menembus tahun 2013 (hanya mentok di 2012). Apakah betul prediksi kiamat 2012? Apakah ada yang tahu kapan terjadinya kiamat?

Hancurnya Dunia Memang Semakin Dekat

Al Qur’an telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (QS. Ar Ra’du: 2)

Tanda-tanda semakin dekatnya kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara tandanya ada yang sudah terjadi. Seperti terbelahnya bulan di zaman Nabi (Lihat QS. Al Qamar: 1 dan HR. Bukhari no. 4864). Juga ada tanda yang akan bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang (pakaian ketat dan mengumbar aurat) (HR. Muslim no. 2128) dan munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai Nabi (HR. Bukhari no. 3609 dan Muslim no. 157). Inilah berbagai kejadian yang menandakan semakin dekat hancurnya dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengisyaratkan jarak waktu umat ini dengan hari kiamat dengan sabda beliau, “Jarak antara aku diutus dengan datangnya hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini.” Beliau pun berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya (HR. Bukhari no. 6504 dan Muslim no. 2951, dari Anas bin Malik). Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.

Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. “Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya.” (QS. An Nahl: 1) “Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).” (QS. An Nahl: 77) (Lihat keterangan Dr. Sulaiman Al Asyqor dalam kitab beliau “Al Yaumul Akhir: Al Qiyamah Ash Shughro”, hal. 115-117, terbitan Daarun Nafa-is, cetakan keempat, 1411 H)

Nabi Sendiri Tidak Tahu Kapan Datangnya Kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Bukhari no. 50 dan Muslim no. 9, 10)

Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Sebagian orang atau tukang ramal (yang sudah pasti suka berdusta), ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.

Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa paranormal (yang sebenarnya tidak normal) bisa menentukan waktu tersebut, baik Mama Laurent, suku Maya di Meksiko atau pun yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63). Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. (Lihat QS. Luqman: 34)

Apalagi prediksi kiamat 2012 berasal dari orang kafir. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6). Jika orang fasiq (yang suka maksiat) dari kalangan kaum muslimin membawa berita, perlu kita kroscek ulang atau cari kejelesan. Lalu bagaimana lagi dengan berita orang kafir yang melakukan kefasiqan yang besar?!

Aneh, Kiamat Terjadi Tanpa Melalui Tanda

Dunia hancur begitu saja tanpa melalui tanda-tanda kiamat terlebih dahulu. Itulah yang diangkat dalam ramalan tersebut dan film yang lagi booming saat ini. Sungguh hal ini berseberangan jauh dengan aqidah yang harus diyakini seorang muslim. Seharusnya kiamat datang melalui tanda-tanda terlebih dahulu. Ada tanda kiamat shugro (kiamat kecil) yang pernah terjadi, ada tanda yang terus berulang dan ada tanda kiamat kubro (kiamat besar).

Di antara tanda kiamat kubro disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Asid Al Ghifariy, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika berbincang-bincang. Beliau berkata, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.’ Beliau berkata, ‘Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.’ Beliau menyebutkan, ’[1] Dukhan (asap), [2] Dajjal, [3] Daabah, [4] terbitnya matahari dari barat, [5] turunnya Isa ‘alaihis salam, [6] keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, [7,8,9] terjadinya tiga gerhana yaitu di timur, barat dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah [10] keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka’.” (HR. Muslim no. 2901) Nabi ‘Isa sendiri turun kembali ke muka bumi dan beliau akan tinggal selama 40 tahun (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Nabi Isa akan membunuh Dajjal (HR. Muslim no. 2940), menghancurkan salib dan membunuh babi (HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 155). Tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits lainnya adalah datangnya Imam Mahdi dan beliau akan berkuasa selama 7 atau 8 tahun (Riwayat ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah Al Mukhtashoroh no. 711). Dari sini, mungkinkah kiamat terjadi tahun 2012 sementara tanda-tandanya saja belum muncul?!

Prediksi Kiamat Tidak Ada yang Tepat

Sudah sejak dulu banyak orang yang mengklaim terjadinya kiamat pada tanggal-tanggal tertentu. Anehnya lagi yang dipilih adalah angka-angka cantik layaknya memilih angka menarik ketika beli voucher perdana. Dulu ada yang meramalkan bahwa kiamat akan terjadi tanggal 19 September 1990 (19-9-1990) dan 9 September 1999 (9-9-1999). Namun ternyata prediksi yang ada ternyata keliru.

Beberapa ulama masa silam, memang ada yang sempat membicarakan waktu kapan terjadinya kiamat bahkan mereka memiliki kitab tersendiri yang membahas hal itu, di antaranya adalah Imam As Suyuthi. Begitu pula As Suhailiy memprediksi datangnya hari kiamat dengan menghitung-hitung huruf muqoto’ah (seperti alif laam miim dan haamiim) yang berada di awal-awal surat dalam Al Qur’an. Beliau memprediksikan bahwa kiamat akan terjadi 703 tahun setelah diutusnya Nabi (Lihat ‘Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, Badaruddin Al ‘Ainiy Al Hanafiy, 7/424, Multaqo Ahlil Hadits, Asy Syamilah). Begitu pula yang belakangan meneliti hal serupa adalah Dr. Baha’i. Beliau mengklaim bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1710 H. Beliau melakukan perhitungan dari huruf-huruf muqotho’ah yang terdapat di awal-awal surat sebagaimana yang dilakukan sebelumnya oleh As Suhailiy. Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor pun membantah pernyataan Dr. Baha’i, “Ini adalah suatu metode yang benar-benar keliru. Orang-orang sebelum dia ada yang menggunakan metode yang sama melalui hitungan huruf-huruf muqhoto’ah. Namun hasil perhitungan orang-orang sebelum Dr. Baha’i tidaklah sama dengannya. Mereka memiliki cara perhitungan yang sama, tetapi hasil perhitungannya jauh berbeda. Inilah yang menunjukkan kelirunya cara mereka dan menunjukkan pula tidak terbuktinya penelitian mereka.” (Disarikan dari “Al Yaumul Akhir: Al Qiyamah Ash Shughro”, hal 121-126)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun memiliki bantahan terhadap orang-orang semacam Dr. Baha’i dan yang sepemikiran dengannya. Beliau mengatakan, “Siapa saja yang menyibukkan diri memprediksikan terjadinya kiamat pada tahun tertentu; di antaranya yang menulis kitab “Ad Durro Al Munazzom Fii Ma’rifati Al A’zhom” (dalam kitab tersebut disebutkan sepuluh dalil yang menunjukkan kapan terjadinya kiamat), begitu pula ada yang memprediksi dalam kitab “Huruful Mu’jam”, atau dalam kitab ‘Anqo’ Mughrib, atau orang-orang lain yang melakukan prediksi yang sama; walaupun itu dianggap suatu hal yang menakjubkan oleh pengikutnya, namun perlu diketahui bahwa mayoritas mereka adalah pendusta, yang telah tertipu, dan telah terbukti bahwa mereka hanya berbicara tanpa dasar ilmu. Sungguh mereka telah mengklaim dan mengungkap suatu yang ghoib tanpa dasar ilmu sama sekali. Padahal Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui“.” (QS.Al A’rof: 33) (Majmu’ Al Fatawa, 4/342)

Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor mengatakan, “Semestinya yang dilakukan adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama umat ini dalam sejarah. Seandainya membicarakan kapan terjadinya kiamat adalah suatu kebaikan untuk manusia, tentu Allah Ta’ala akan memberitahukannya kepada mereka. Akan tetapi, Allah sendiri tidak memberitahukan hal tersebut. Maka inilah yang terbaik bagi mereka.” (Al Qiyamah Ash Shugro, hal. 122)

Masih Ada Kematian

Meskipun belum muncul beberapa tanda kiamat kubro, namun ada kematian yang pasti akan menghampiri setiap insan. Walaupun tidak menemui tanda kiamat kubro, setiap orang pasti akan merasakan kematian cepat ataupun lambat. Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari yang namanya maut. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.” (QS. Al Jumu’ah: 8)

Kematian (maut) adalah benar adanya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 19). Sehingga pantaskah terbetik untuk menunda-nunda beriman dan beramal sholih. Sungguh, hanya orang yang hatinya tertutup dengan kelamnya maksiat yang tidak mau memperhatikan hal ini. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaaf: 37). Hanya Allah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]

sumber: http://www.buletin.muslim.or.id
Read more "Prediksi Kiamat 2012, Benarkah?..."

11/18/2009

Berita, Orang Ngaku Rasul


Warga Tanjungpriok, Jakarta Utara digemparkan oleh ulah Sakti A Sihite, (32), yang mengaku dirinya seorang Rasul. Ironisnya, pengakuan tersebut juga disiarkannya melalui situs jaring sosial pertemanan facebook dan milist. Bahkan juga dilansir blog pribadinya di http://www.saktisihite.com.

Tak pelak, tempat tinggal `sang Rasul`, Sakti A Sihite di Jalan Swasembada Timur XXIII No 6, RT 11/6, Kelurahan Kebonbawang, Kecamatan Tanjungpriok, Jakut disatroni warga. Warga mengaku resah dengan keberadaan dan informasi tersebut. Oleh karena itu, warga ingin mengecek kebenaran itu dari mulut Sakti yang mantan staf personalia PT Pelindo II tersebut.



Namun mereka terpaksa gigit jari. Sebab, pria yang diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara ini, sejak pukul 09.00 sudah meninggalkan tempat tinggalnya yang merupakan kos-kosan milik Sri di kamar No J6. “Tadi pagi Sakti sudah pergi membawa tas besar. Saya tidak tahu dia mau pergi ke mana,” kata Semison, yang mengaku tetangga kos Sakti, Selasa (17/11).

Menurutnya, Sakti tinggal di rumah kos itu sejak setahun lalu. Sebelumnya dia tinggal di Gang 8, Swasembada Timur, Kebonbawang dengan istri dan anaknya. “Namun, setelah bercerai, dia tinggal sendiri di kos,” katanya lagi.

Semison mengaku, dirinya sudah pernah melihat kamar kos tetangganya itu. Namun, menurutnya tak ada yang aneh. “Biasa saja, hanya ada album foto, dan sebagainya. Tidak ada yang istimewa,” terangnya.

Sementara itu, dari dalam kamar itu juga ditemukan sebuah brosur berjudul `Panggilan Terhadap Kebenaran` yang berisikan seruan yaitu `Tuhan telah menunjuk kepada Saya menjadi rasul-Nya. Wajib bagi bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian untuk beriman dan tunduk kepada ajaran Saya`. Petugas Polsek Metro Tanjungpriok yang mendatangi lokasi pun segera mengamankan brosur tersebut.

Banyaknya warga yang ingin mendatangi tempat kos Sakti, tentunya membuat petugas Polsek Metro Tanjungpriok, meningkatkan penjagaan. Apalagi warga sekitar mengaku geram mendengar di daearahnya ada orang yang mengaku rasul. Selain memperketat pengamanan, petugas juga melarang warga dan wartawan masuk ke dalam kamar kos. Selain karena takut merusak barang bukti, penghuni kos juga tidak ada di tempat. “Kita masih berjaga dulu, dan belum melakukan penggeledahan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok Inspektur Dua (Ipda) Mulyana, yang ditemui di lokasi kejadian bersama Lurah Kebonbawang, Dadi Suradi.

Disinggung apakah pihaknya akan menjerat Sakti dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Mulyana mengaku belum mengarah ke sana. Demikian halnya dengan penghinaan terhadap agama. “Kita tunggu keputusan tentang kasus ini dari MUI,” ujarnya.

Sosok Sakti di mata tetangganya, selama ini dikenal pendiam dan jarang bergaul. Dia hanya berbicara secukupnya kepada para tetangganya. Walaupun begitu, Sakti yang mengaku kerja di perusahaan kargo di daerah Cengkareng, Jakarta Barat, dikenal sebagai orang yang sopan.

Fatma, pengurus RT 11 menambahkan, Sakti kos di rumah ibu Sri, sejak setahun lalu. Dengan bayaran Rp450 ribu per bulan. “Dia pindahan dari Gang 8, tidak jauh dari tempatnya kosnya saat ini. Sayangnya, kepindahan itu tidak dilaporkan ke pengurus RT dan RW setempat.

Lurah Kebonbawang, Dadi Suradi, menyayangkan, Sakti tidak segera melapor ke pengurus RT/RW. “Dari informasi yang didapat, Sakti memiliki alamat KTP di Jalan Tirta III No 43, RT 7/3, Durensawit, Jakarta Timur. Saya juga mengimbau kepada pemilik kontrakan maupun kos-kosan agar melaporkan penyewa baru di kediamannya ke pengurus RT setempat,” imbau Dadi.

Sumber berita :http://www.beritajakarta.com

Read more "Berita, Orang Ngaku Rasul..."

11/16/2009

TRAGEDI PIN BERGAMBAR WAJAH NABI


Oleh: Ust. M. Ikhwan Abdul Jalil, Lc.
Ditulis di Harian Fajar, Sabtu, 17 Oktober 2009 M.

Tragedi "Pin Wajah Nabi" kemarin (Fajar, 14 Oktober 2009) mengingatkan saya pada tragedi kesyirikan pertama yang terjadi di atas muka bumi ini. Tragedi itu terjadi setelah rasul pertama, Nuh 'Alaihissalam' menghadap Allah. Tepatnya setelah generasi ulama dan orang-orang saleh umat Nabi Nuh 'Alaihissalam satu persatu juga meninggal dunia. Sepeninggai mereka kemudian muncul sebuah ide untuk memvisualkan wujud orang-orang saleh itu ke alam nyata. Alasan awal para pelopor kesyirikan itu kelihatannya "sangat sederhana". Bahkan cenderung sangat reli-gius dan kelihatan "aneh" jika ada yang menolaknya. Agar wujud visual orang-orang saleh itu dapat memberi motivasi beribadah saat mereka terjangkit kemalasan dan kelemahan dalam beribadah. Dan itu tentu saja berangkat dari sebuah rasa cinta yang sangat mendalam kepada orang-orang saleh tersebut. Dan tidak ada yang melarang mereka. Semuanya dibiarkan begitu saja, karena tujuannya dianggap baik.



Maka berjalanlah waktu demi waktu melewati pembiaran demi pembiaran itu. Dengan alasan: "Tidak masalah karena itu adalah wujud kecintaan". Alasan "kecintaan" itulah yang kemudian menyebabkan tradisi visualisasi orang saleh itu bertahan bahkan mengalami "perkembangan" dari generasi ke generasi. Hingga akhirnya di sebuah era umat Nabi Nuh itu, terjadilah musibah terbesar pertama dalam sejarah manusia: penyekutuan terhadap Allah. "Kecintaan" pada orang-orang saleh itu telah berkembang menjadi pengkultusan yang menyematkan hak-hak Allah kepada makhluk. Mereka tidak lagi menjadikan visual orang-orang saleh itu sebagai "pemberi motivasi" beribadah. Wujud visual itu telah menjadi objek ibadah mereka. Meminta tolong, berkah, bantuan, rezeki, jodoh, diyakini sebagai perantara mati untuk meminta kepada Allah.
Firman Allah yang artinya : "Dan mereka berkata: Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwaa', Yaghuts, ya'uq dan nasr., " (Qs.Nuh:23). Wadd, Suwaa,'Ya'uq, dan Nasr adalah nama-nama orang saleh yang kita maksud di atas yang kemudian telah menjadi obyek penyembahan umat nabi Nuh 'Alaihissalam.
Pemunculan dan penyebaran pin berwajah Rasulullah dan sahabat 'Ali bin Abi Thalib ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada kaum Nabi Nuh tersebut. Dan ini sudah jelas terbukti terjadi di kalangan para pemuncul dan penyebar gambar rekaan yang terdapat dalam pin-pin tersebut. Nah, siapakah mereka itu? Tulisan ini akan mencoba mengkaji dan memaparkannya secara sederhana kepada Anda.

Melacak Pelaku Akar Pin Nabi.

Membaca dan menyaksikan apa yang dipaparkan seputar "Pin Wajah Nabi" di Fajar (13 Oktober 2009) kemarin sebenarnya membuat kita dengan mudah melacak siapa pelaku dibelakang upaya pelecehan Rasulullah "model baru" ini. Berita yang dipaparkan dalam harian ini menampilkan dan menyebutkan beberapa fakta penting yang akan memudahkan kita menyimpulkan siapa pelaku dan juga "sponsor" upaya penghinaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ini. Fakta-fakta itu antara lain: 1. Gambar-gambar yang disebut sebagai visualisasi wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan' Ali Radhiyallahu 'anhu itu adalah hasil rekaan yang banyak dan dengan mudah ditemukan jika Anda kebetulan berjalan-jalan di sudut-sudut kota Iran. Tidak hanya itu, dalam berbagai perhelatan Kaum Syiah, Anda akan dapat melihat bagaimana gambar rekaan wajah 'Ali bin Abi Thalib itu diangkat oleh para penganut agama Syiah. (http://www.fnoor.com /fn0009.htm).
Dalam situs tersebut juga ditampilkan gambar bukti fatwa al-Sistani (ulama rujukan kaum Syiah) yang membolehkan untuk memvisualkan gambar para nabi dan para imam Syiah. Dan menurutnya, hukum kebolehan
itu tidak memerlukan dalil (Lihat: http://www.sistani.org/html/ara/main/index-istifta.php?page=4&lang =ara&part=l). Atas dasar ini, maka tidak mengherankan jika Direktur Iranian Corner Universitas Hasanuddin, Supa Atha'na tidak mempersoalkan pemunculan gambar-gambar rekaan yang jelas-jelas merupakan wujud penghinaan terhadap Rasulullah dan sahabat 'Ali, sebagaimana dinyatakan oleh A.G.H. Sanusi Baco, Lc, Prof. Dr.H.A.Rahim Yunus dan tokoh-tokoh lainnya. Bahkan secara lebih spesifik Prof.A.Rahim memberi argumen yang sangat kuat bahwa pemunculan pin itu adalah kedustaan atas nama nabi yang pelakunya terancam dengan tempat duduk di neraka jahannam.
2. Pilihan gambar yang dimunculkan dalam pin-pin tersebut hanyalah gambar rekaan Rasulullah, 'Ali bin Abi Thalib dan Abbas, Ini jelas sekali adalah pilihan khas Kaum Syiah, yang memang sama sekali tidak menghormati bahkan memusuhi ketiga Khulafa 'al-Rasyidun sebelum sahabat 'Ali Radhiyallahu 'anhum ajma'in.
3. Sebutan doa yang termaktub pada bagian akhir nama 'Ali bin Abi Thalib bukanlah doa yang selama ini diamalkan oleh umat Islam sejak dahulu (Radhiyallahu 'anhu), akan tetapi menggunakan kalimat 'Alaihissalam; sebuah sebutan yang khas diamalkan oleh penganut agama Syiah.
Fakta dan data yang terbatas ini sekali lagi sudah cukup untuk mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa pelaku penyebaran pin penghinaan terhadap Rasulullah dan sahabat 'Ali bin Abi Thalib ini jelas sekali adalah para penganut agama Syiah di kota Makassar yang boleh jadi mendapatkan dukungan dari penganut Syiah lainnya dari luar Makassar.

Syiah Di Makassar

Eksistensi agama Syiah di Makassar secara khusus, dan di Indonesia secara umum mulai nampak sesaat setelah gempita Revolusi Khomeni di Iran menjadi pusat perhatian dunia.
Di Makassar, Syiah berkembang melalui kalangan akademisi dan mahasiswa. Dengan cara "mempolitisir" kecintaan pada Ahlul Bait Rasulullah (versi mereka), para missionaris Syiah dapat dikatakan cukup berhasil merebut hati sebagian pemuda-pemudi Islam yang memang sangat mencintai Rasulullah dan keluarganya. Dan harus diingat bahwa kecintaan pada Ahlul Bait bagi Syiah tidak akan "sah" dan sempurna tanpa diikuti dengan kebencian dan permusuhan -terutama- kepada sahabat Abu Bakar al-Shiddiq, Umar ibn al-Khathab, Utsman ibn-'Affan, serta yang lainnya.
Geliat Syiah di tubuh umat Islam Sulsel memang sudah mulai terasa mengganggu. Dan sangat mungkin akan menjadi sebuah potensi gangguan sosial yang sangat besar di kemudian hari jika tidak dilakukan tinda-kan-tindakan antisifatif sejak saat ini. Ajaran Nikah Mut'ah, misalnya. Meskipun belum ada penelitian komprehensif dan serius tentang praktik nikah terlarang ini di Makassar, tapi praktik haram ini cukup banyak "diamalkan" oleh simpatisan Syiah di beberapa kampus.
Indikasi lain yang menun-jukkan eksistensi Syiah di Makassar adalah pelaksanaan peringatan Hari 'Asyuro yang setiap tahun dirayakan pada bulan Muharram. Meskipun peringatan 'Asyuro yang katanya dimaksudkan untuk "memperingati" terbunuhnya cucu Nabi, al-Husain di Karbala boleh dikatakan "cukup aneh" karena tidak diikuti dengan peringatan kematian Rasulullah, 'Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Seminar-seminar Internasional dengan mengundang para tokoh Syiah Iran juga tidak kurang diadakan di salah satu kampus.
Tidak hanya itu, di Makassar ini pun Anda dapat dengan mudah menemukan kemasan Tanah "suci" Karbala yang bagi penganut Syiah menjadi salah satu unsur penting dalam salat mereka. Pin Pelecehan: Sebuah Uji Coba.
Atas dasar semua itu, maka kasus "Pin Wajah Nabi" ini sangat boleh jadi merupakan sebuah upaya uji coba kaum Syiah di Makassar dalam upaya lebih menghujamkan ideologi di negeri Ahlussunnah ini lebih dalam lagi. Melalui kasus "Pin Wajah Nabi" ini, mereka ingin menguji apakah umat Islam di negeri ini sudah dapat menerima ideologi mereka dengan mudah atau tidak. Mereka sangat mungkin ingin mencoba apa reaksi umat Islam terhadap upaya pelecehan ini. Jika ternyata tidak ada reaksi yang berarti, atau umat Islam sekedar mengatakan "tidak apa-apa", maka jelas itu adalah lampu hijau untuk melakukan "hal yang lebih" dari sekedar sebuah pin.
Maka haruskah kita menunggu sebuah tragedi yang lebih besar dan menakutkan untuk mengambil sikap dan tindakan yang tegas? Semoga saja tidak. Sebab ini dapat mengancam persatuan umat dan bangsa ini. Wallahu a'lam.

sumber : note "facebook" Alvian Al-Makassari
Read more "TRAGEDI PIN BERGAMBAR WAJAH NABI..."
 

My Facebook



Powered By Blogger

Blog Tricks

Powered By Blogger

Easy Blog Tricks

Powered By Blogger

Great Morning ©  Copyright by Salaf Garden | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks