11/25/2009

Aurat Muslimah


Para ulama telah sepakat bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya (mahram yakni pihak yang haram dinikahi) adalah seluruh badannya, kecuali wajah dan telapak tangannya masih diperdebatkan oleh para ulama’ apakah termasuk aurat yang wajib ditutup ataukah bukan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa wajah dan telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Mereka berdalil dengan dalil-dalil sebagai berikut:


1). Firman Allah Ta`ala:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya). Tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (Al-Ahzab: 53)

Ayat ini berkenaan dengan peristiwa menikahnya Nabi shalallahu `alaihi wa sallam dengan Zainab bintu Jahsyi. Beliau mengundang para shahabat dan dihidangkan kepada mereka makanan. Setelah itu sebagian dari mereka pulang, sementara sebagian yang lain masih duduk bersama Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam keluar masuk menemui Zainab, dimaksudkan agar shahabat yang masih tinggal segera pulang. Maka turunlah ayat di atas. Sejak saat itu dibentangkan antara beliau dan mereka hijab (penutup yang menutup badan secara menyeluruh-pent).[1]

Sebagian ulama yang mewajibkan ditutupnya wajah dan kedua telapak tangan berkata: bahwasanya pembicaraan hijab ini termasuk padanya wanita secara keseluruhan (bukan hanya istri Nabi, pent) karena hikmah disyariatkannya hijab adalah untuk menjaga kesucian hati.

2). Firman Allah Ta`ala:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu dan istri-istri kaum mukminin agar mereka menurunkan jilbab-jilbab mereka yang demikian itu agar mereka lebih dikenal sehingga tidak diganggu dan Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

Mereka para ulama yang mewajibkan ditutupnya wajah dan kedua telapak tangan menafsirkan menurunkan jilbab itu adalah dengan menutup seluruh wajah dan menampakkan satu mata untuk melihat.

3). Hadits Ibnu Mas’ud.

Bahwasanya Nabi bersabda:

“Wanita itu adalah aurat jika mereka keluar syaithan akan menghiasinya.”[2]

Dan makna syaitan menghiasinya yaitu “pada pandangan laki-laki”.

4). Hadits Al-Ifk dari ‘Aisyah

Beliau mengatakan:

Adalah Shafwan bin Mu’aththal, salah seorang dari pasukan yang berjalan paling belakang. Dia sampai di tempatku. Dia melihat bayangan manusia yang sedang tidur lalu mendekatiku dan mengenaliku di saat melihatku karena dia sebelumnya telah melihatku sebelum turun perintah hijab. Maka aku terbangun demi mendengar istirja’nya[3] di saat dia mengetahui siapa aku, maka aku menutupkan jilbabku ke wajahku.”[4]

5). Hadits Asma’ binti Abu Bakr

Beliau berkata:

“Kami para wanita menutupi wajah-wajah kami dari para lelaki dan kami menyisir rambut sebelum itu pada saat berihram.”[5]

PARA ULAMA YANG MEMBOLEHKAN

Sementara itu sebagian ulama lain berpendapat bahwa boleh membuka wajah dan kedua telapak tangan dan menutupnya adalah disunnahkan (bukan aurat, pent). Mereka berdalil dengan beberapa dalil antara lain:

1). Firman Allah Ta`ala:

“Dan janganlah mereka menampakan perhiasan mereka kecuali perhiasan yang biasa nampak.” (An-Nur: 31)

Mereka menafsirkan “kecuali perhiasan yang biasa nampak” adalah wajah dan kedua telapak tangan.[6]

2). Hadits ‘Aisyah tentang Asma’ bintu Abi Bakr yang masuk menemui Nabi dengan mengenakan pakaian tipis maka beliau berpaling darinya (Asma’) dan bersabda:

“Wahai Asma’, sesungguhnya wanita itu jika sudah mencapai usia haidh / menstruasi maka tidak pantas untuk terlihat kecuali ini dan ini-- beliau mengisyaratkan kepada wajah dan telapak tangan.”[7]

Dan ini adalah dalil yang paling tegas dari pendapat ini tetapi sanadnya sangat lemah.

Mereka juga berdalil dengan hadits-hadits yang memberikan pengertian bahwasanya wanita muslimah pada zaman Nabi menampakkan wajah atau telapak tangan di hadapan Nabi dan beliau tidak melarangnya. Hadits–hadits tersebut antara lain:

Hadits Jabir bin Abdullah ketika Nabi menasehati para wanita pada hari ‘Ied:

“Maka berdirilah wanita yang pipinya putih kehitaman dari tengah-tengah wanita lainnya dia mengatakan: “Mengapa ya Rasulullah?”[8]

Mereka mengatakan bahwasanya perkataan Jabir “wanita yang pipinya putih kehitaman” menunjukkan bahwa wanita tersebut terbuka pipinya.

4). Hadits Ibnu ‘Abbas tentang kisah Nabi yang memboncengkan Fadhl bin ‘Abbas pada waktu haji wada’ (haji perpisahaan). Kemudian datanglah seorang wanita bertanya kepada Nabi:

“Al-Fadhl menoleh kepada wanita yang cantik itu maka Rasulullah memegang dagu Al-Fadhl dan memalingkan wajahnya ke arah lain.”[9]

Dalam riwayat lain hadits dari Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwasanya peristiwa tersebut terjadi di tempat penyembelihan setelah Rasulullah selesai melempar jumrah.[10] maka pertanyaan wanita terjadi setelah dia bertahallul[11] dari ihram (tahallul pertama).

Ibnu Hazm berkata: “Jika memang wajah wanita adalah aurat yang mesti ditutup, maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidak akan menyetujui terbukanya wajah wanita tersebut di hadapan orang dan tentunya beliau akan memerintahkan kepada wanita tersebut untuk menurunkan jilbabnya dari atas kepala wanita tersebut (sehingga menutupi wajah, pent) dan jika memang wajahnya tertutup, maka Ibnu Abbas tidak akan tahu cantik atau jeleknya wanita tersebut.”[12]

5). Hadits ‘Aisyah beliau mengatakan:

“Para wanita mukminah shalat subuh bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dalam keadaan berkerudungkan dengan selimut-selimut mereka, kemudian mereka kembali ke rumah-rumah setelah menunaikan shalat tanpa diketahui karena masih gelap.”[13]

Mereka mengatakan: “Kalaulah bukan karena gelap maka tentu mereka akan dikenali, karena wajah mereka biasa terbuka.”

6). Hadits Ibnu Abbas tentang kisah Nabi yang menasehati para wanita pada saat ‘Ied


“Maka Nabi memerintahkan mereka untuk bersedekah, aku melihat mereka melemparkan dengan tangan-tangan mereka (pada riwayat lain: “melemparkan cincin ke kainnya Bilal”).[14]

7). Hadits Aisyah:

“Datang kepada Nabi seorang wanita yang tidak mewarnai kuku tangannya untuk membaiat beliau maka Nabi tidak mau membaiat sampai dia mewarnai kuku tangannya.”[15]

Mereka berdalil pula dengan sejumlah riwayat yang menyebutkan adanya perbuatan membuka wajah dan telapak tangan oleh wanita setelah wafatnya Nabi. Dan perlu diketahui bahwa masing-masing para ulama mempunyai bantahan terhadap dalil yang dipakai oleh kelompok ulama lain yang terlalu panjang bila disebutkan disini.

Syaikh Abu Malik Kamal Sayyid Salim berkata: yang saya maukan dengan membawakan dua pendapat para ulama tersebut beserta beberapa dalil dari masing-masingnya adalah untuk menerangkan bahwa masalah ini --yaitu masalah memakai cadar-- telah diperselisihkan oleh para ulama baik ulama terdahulu maupun belakangan. Yang perbedaan pendapat ini adalah perbedaan yang semestinya terjadi dan tidak perlu padanya pengingkaran yang berlebihan terhadap pendapat yang berbeda. Tidak lupa saya ingatkan adanya golongan ketiga (yang bukan dari golongan ulama sedikitpun), mereka mengatakan bahwa menutup wajah adalah bid’ah dan merubah agama. Kebodohan mereka ini telah sampai pada penulisan kitab yang mengklaim bahwa menutup wajah bagi wanita itu adalah sesuatu yang haram.

Pada penutupan pembahasan ini saya menggarisbawahi beberapa hal:

1). Telah sepakat para ulama atas wajibnya para wanita menutup seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan bagi wanita merdeka.

2). Tentang wajah dan telapak tangan masih diperdebatkan sebagaimana tersebut di atas.

3). Para ulama yang berpendapat tidak wajibnya menutup wajah dan telapak tangan mereka mengakui bahwa menutupnya adalah lebih utama, lebih-lebih pada masa fitnah sekarang ini.

(diterjemahkan dari kitab Shahih Fiqhus Sunnah jilid 3 hal. 29-33, karya Abu Malik Kamal bin Asy-Sayyid Salim).

Wahai saudariku muslimah, amalan menutup wajah dan telapak tangan ini adalah amalannya para wanita salafiyah ash-shalihah baik dari kalangan shahabiyah (wanita sahabat) maupun sesudahnya yang telah ditinggalkan oleh kebanyakan wanita di zaman ini. Kebanyakan mereka terfitnah dengan berbagai macam ajakan untuk berkreasi dengan dengan alat-alat kecantikan untuk menarik kaum laki-laki yang hatinya berpenyakit. Maka pada jaman seperti ini sungguhlah berat godaan bagi wanita yang hendak berpegang teguh dengan agamanya maka pada hari-hari ini tidaklah seorang wanita itu berhasil istiqamah beramal dengan amalan ini kecuali dia adalah seorang wanita yang sabar.

Telah diriwayatkan dari Abi Tsa’labah radliyallahu `anhu bahwasanya Nabi bersabda:

“Sesungguhnya pada belakang hari nanti ada hari-hari kesabaran, padanya (orang yang berpegang dengan sunnah, pent) seperti menggenggam bara api, orang yang beramal pada hari-hari tersebut mendapatkan pahala seperti pahala 50 orang yang beramal seperti amalan kalian (para sahabat Nabi-pent.).”[16]

Maka tidakkah engkau wahai saudariku muslimah tergerak untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya yang setera dengan pahalanya 50 orang dari wanita-wanita shahabiyah ridhwanullahi ‘alaihinna ajma’in.

Lebih dari itu jika wajahmu tertutup maka tertutup pulalah pintu syaithan yang akan mengajakmu bertabarujj (merias muka) yang terlarang itu.

Semoga Allah menjadikan kita ke dalam orang-orang yang ikhlas dalam beragama dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam orang-orang yang sabar, Amin ya rabbal’alamin.

Majalah SALAFY Edisi 07/Th. 05

[1] HR. Al-Bukhari 4791, Muslim 1428 dari Anas bin Malik secara makna

[2] HR. At-Tirmidzi 1173, Ibnu Khuzaimah 3/95, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir 10115.

[3] Ucapan “innalillahi wa inna ilaihi raji’un”

[4] HR. Al-Bukhari (4141), Muslim (2770)

[5] Mustadrak Al-Hakim (1/454) dengan sanad yang shahih



[6] pendapat ini dipilih oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya (18/84)

[7] HR. Abu Daud (4104)

[8] HR. Muslim (885), Nasai (1/233), Ahmad (3/318)

[9] HR. Al-Bukhari (6228), Muslim (1218)

[10] HR. At-Tirmidzi (885)

[11] tahalul adalah selesai dari keadaan ihram

[12] Al-Muhalla (3/218)

[13] HR. Al-Bukhari (578), Muslim (645)

[14] HR. Al-Bukhari (977), Abu Daud (1143), Nasai (1/227)

[15] HR. Abu Daud (4166), Al-Baihaqi (786) dishahihkan oleh Al-Albani

[16] HR. Abu Daud (‘Aunul Ma’bud jilid 11 hal. 193), Ibnu Majah (2/1330), Ibnu Hibban (2108), Al-Hakim (4/322) dan berkata Al-Hakim sanadnya shahih tetapi tidak diriwayatkan dalam Shahihain, disepakati oleh Adz-Dzahabi

sumber : http://alghuroba.org

Read more "Aurat Muslimah..."

11/22/2009

Membuat Pola Dasar Lengan "Jubah"


Oleh : Zafaran Azkafillah

Contoh ukuran:
- Panjang lengan : 53 cm
- Lingkar kerung lengan : 47 cm
- Lingkar ujung lengan : 34 cm

Keterangan pola:
A B Lingkar kerung lengan - 9 cm
A C Panjang lengan
A E 1/2 panjang AB
E E'Turun 10 cm-12 cm
C' Ke kanan& kekiri 1/2 lingkar ujung lengan
D Turun 3 cm (untuk lipatan jahitan
F F'= 1/2 FE
titik tengah FF' turun 1cm (buat lengkungan)
titik tengah F'E naik 1,5 cm (buat lengkungan)
E G'=F'E tarik garis ke G


Pembuatan pola, biasanya dibikin di atas kertas koran. Setelah itu di potong
dan diterapkan pada kain.
- Pemotongan kain dilakukan dengan hati-hati (semua pola dipas kan dulu pada
kain) supaya tidak terjadi kesalahan dalam pemotongan.
- Setelah pola di pas kan pada kain, berilah jarak 2 cm disetiap kelilingnya
untuk jahitan dan obras.
- Setelah dipotong kemudian dilakukan pengraderan pada keliling asli pola
(sebagai batas jahitan)


Read more "Membuat Pola Dasar Lengan "Jubah"..."

11/21/2009

Pengobatan Ala Rosulullah (Al-Hijamah / Bekam)



Oleh : Zafaran Azkafillah

Metode pengobatan ala Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang dewasa ini kurang dikenal oleh kaum muslimin…. Wah miris banget khan…. Padahal pengobatan ini sangat efektif banget membuang toksid “racun” sumber penyakit.
Islam tidak pernah mengabaikan segala hal yang bisa menjadi kemaslahatan bagi umat Islam, tanpa menjelaskannya. Islam tidak pernah membiarkan hal yang berbahaya bagi umat islam tanpa menjelaskan letak bahayanya. Bahkan shahabat lain mengungkapkan bahwa rasululloh shallallahu'alaihi wasallam telah mengajarkan kepada mereka segala sesuatu, termasuk cara buang air.
Dah lengkap banget kan ajaran Islam

DEFINISI BEKAM /AL-HIJAMAH

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan peninggalan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.


Ini adalah salah satu cara ‘Detoksifikasi’ (pengeluaran toksid) adalah suatu proses eliminasi atau menetralkan racun (toksin) di dalam tubuh kita. Detoksifikasi merupakan suatu pencegahan dengan cara membuang timbunan kelebihan sampah sisa-sisa hasil metabolisme, yang merupakan racun bagi tubuh. Racun ini terakumulasi dalam tubuh kita selama bertahun-tahun. Racun yang terakumulasi dalam tubuh ini akan merusak sel-sel tubuh dan secara bertahap menurunkan kekebalan tubuh, yang dapat menjadi suatu penyakit. Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh, karena itu banyak toksid berkumpul di dalam kulit.


Hadits dari Ibn Abbas r.a. menerangkan : “Bahwa ada 3 cara pengobatan yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW, yaitu : Madu (Al ’Asl), Berbekam (Al-hijaamah) dan Pemanasan (Al-Kayy) dan Rasul menghindari pengobatan Kayy”.
Dari riwayat lain yang bersumber dari Mujahid dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Nabi bersabda : “Berobat itu dengan BERBEKAM”.

Dalam Hadits lain riwayat Tirmidzi menerangkan : “Bahwa ketika Nabi SAW dalam perjalanan Isro Mi’raj, Baginda bertemu dengan Malaikat yang memerintahkan supaya umat Muhammad SAW menggunakan Bekam sebagai kaedah rawatan penyakit”. Pesan tersebut berulang-ulang sehingga Baginda Rasul takut hal tersebut menjadi Fardlu atas umatnya.

Rasulullah memuji orang yang berbekam : “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh, serta menajamkan penglihatan”. Allah menghususkan dalam satu tahun sebulan di bulan Ramadlan untuk mencuci ‘Rohani’ dengan ber ’puasa’, jadi wajarlah kita mensucikan ‘Jasmani’ dengan ‘Berbekam’. Berbekam sebelum berpuasa akan lebih baik manfaatnya.


WAKTU YANG BAIK UNTUK BERBEKAM

Menurut Ibnu Sina dalam kitabnya, bahwa saat yang baik untuk berbekam ialah pukul 2-3 petang, karena darah saat itu sedang mengembang dan darah-darah toksid senang dikeluarkan. Sebelumnya boleh dilakukan ½ jam diwapkan, rehat 15 menit, kemudian baru berbekam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda : “Barang siapa berbekam pada tanggal 17, 19, 21 bulan Hijriah, maka itu adalah hari-hari yang menyembuhkan segala penyakit”.

Segerakan pertolongan kepada pesakit yang memerlukan perawatan, berilah sentuhan-sentuhan ‘Ilahiah’ serta memohon kepada Allah. Sebagaimana memakan obat, berbekam juga adalah salah satu kaedah perawatan yang hanya Allah-lah sebagai ‘Penyembuh’.

Karena Berbekam merupakan sunnah Rasulullah SAW, maka ia mempunyai hikmah yang luar biasa disegi keberkesanan nya.

Ada dua jenis Bekam yang digunakan :

1. Jenis Basah (Wet Cupping) atau Bekam Darah,

Disini permukaan kulit dilukakan menggunakan LANCET (jarum tajam) kemudian sekitarnya disedot menggunakan Cupping yang sesuai dengan daerah yang diharapkan, selama 2-3 menit setiap sedotan.

Untuk mengeluarkan toksid-toksid dalam kulit tersebut, dapat dilakukan sampai 5-8 kali tergantung keadaan pesakit.

Darah yang bertoksid akan nampak hitam pekat, berkaca, serta berbuih, menggumpal bahkan seperti karet gelang putus.

Luka atau bekas sedotan akan hilang dalam 2-3 hari setelah sebelumnya diurut-urut dengan Minyak BUT-BUT dan tidak terkena air selama 3-4 jam selepas Berbekam.

2. Jenis Kering (Dry Cupping) atau Bekam Angin.

Efeknya sama baik untuk melegakan kesakitan yang emergensi tanpa melukai kulit.

Amat baik untuk pesakit yang tidak tahan terkena jarum dan ngeri melihat darah. Cuma kulit akan kelihatan Lebam selama 1-2 Minggu. Sedotan dilakukan hanya sekali selama 15-20 menit. Sekali lagi minyak BUT-BUT menjadi penawar untuk menghilangkan kesan-kesan Lebam.

SIAPA YANG TIDAK BOLEH BERBEKAM

1. Orang tua yang sakit parah dan tidak ada daya/tanpa upaya
2. Pada kulit-kulit yang berkudis dan berpenyakit
3. Pada perut orang yang baru habis makan berat
4. Pada perut ibu yang sedang mengandung
5. Pada setiap lubang : hidung, telinga, puser, dubur dll.
6. Pesakit Diabetes yang sudah parah
7. Pesakit AIDS atau HIV

ALAT BERBEKAM

Pada jaman Rasulullah SAW, baginda menggunakan kaca yang berupa cawan atau mangkuk tinggi, pada masa China kuno mereka membahasakan perawatan bekam sebagai ‘Perawatan Tanduk’ karena tanduk menggantikan kaca.

Pada kurun waktu abad ke-18 orang Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam, selanjutnya jaman terus berganti saat sekarang peralatan yang digunakan merupakan alat yang bersih dan tidak terlalu menyakiti pesakit, diantaranya :
1. Lancet / Jarum-jarum kecil
2. Cupping Set dan Pump hand
3. Steril cotton / Kapas
4. Tisu kertas yang bersih
5. Antiseptic (Alkohol dan But-But)
6. Sarung tangan (Rubber Gloves)
7. Peralatan lain yg diperlukan

Bagi akhwat-akhwat yang berminat dibekam ato belajar gimana cara bekam.... main ja ke rumah....

Read more "Pengobatan Ala Rosulullah (Al-Hijamah / Bekam)..."

Membuat Pola Dasar Baju


Oleh : Zafaran Azkafillah

Tahap kedua setelah pengukuran badan adalah membuat pola jubah.
Adapun peralatan yang digunakan:
- Pensil
- Penggaris kayu 1m
- Meteran
- Kertas Karbon
- Rader

Contoh pengukuran:
Panjang Baju : 130 cm
Lingkar kerung lengan : 47 cm
Panjang punggung : 39 cm
Lebar Bahu : 12 cm
Lingkar Badan : 83 cm
Lingkar Pinggang : 85 cm
Lingkar Panggul : 93 cm


A B Panjang Baju
A A' 2 cm turun
A C 3 cm
A D 9 cm
A E 1/2 Lingkar kerung lengan
A F 7 cm
G G' Ukuran lebar bahu
E H 1/4 lingkar badan+ 1
F I 1/4 Lingkar pinggang +1 +3 cm
F * 1/10 Lingkar badan (menentukan titik sekengan)
* Ke kanan dan kekiri 1,5 cm (lipatan sekengan)
* Ke atas 10 cm (lipatan sekengan)
* Ke bawah 12 cm (lipatan sekengan)
B J 1/4 Lingkar panggul +10 cm (sesuai keinginan)
H J' Sama dengan E B
D ke kiri 2 cm
B ke kiri 2 cm, kemudian tambahan untuk lipatan kekiri 3 cm

- Untuk pembuatan Jubah, penentuan titik sekengan tidak perlu (sesuai keinginan)
Pembuatan pola, biasanya dibikin di atas kertas koran. Setelah itu di potong
dan diterapkan pada kain.
- Pemotongan kain dilakukan dengan hati-hati (semua pola dipas kan dulu pada
kain) supaya tidak terjadi kesalahan dalam pemotongan.
- Setelah pola di pas kan pada kain, berilah jarak 2 cm disetiap kelilingnya
untuk jahitan dan obras.
- Setelah dipotong kemudian dilakukan pengraderan pada keliling asli pola
(sebagai batas jahitan)

Read more "Membuat Pola Dasar Baju..."

Cara Mengukur Badan dalam Membuat Gamis/ Jubah




oleh : Zafaran Azkafillah

Sering sebel ngeliat gamis/jubah dan jilbab ditoko yang model, kainnya ga cocok ma selera saya dan harga yang selangit n harus merogoh kocek -+100 ribu sampai 200 ribu apa lagi doku pas-pasan... harus atur stategi ni...
Seorang akhwat harus pinter-pinter manage uang....
Milah-milah mana yang lebih prioritas... dalam membelanjakan uang... dengan pendapatan sekian, harus dapat memenuhi semua kebutuhan.... (makan, anggaran tholabul ilmi, buku, belum pengeluaran tak terduga lainnya)...??
Uang jajan harus diminimalis untuk dialokasikan ke anggaran sarana prasarana..."gamis"
Loading thinking....thing ketemu Wah... "Motivasi buat saya" muslimah harus bisa jahit ni... (target saya)...dengan berbagai alasan mengelayang di pikiran...
Biar nanti bisa buat pakaian sendiri dengan harga yang minim dengan design sendiri...



Bisa juga memperbaiki gamis-gamis yang robek ato merenew pakaian... saya juga pengin memberikan buah karya saya kepada orang yang saya sayangi....setiap orang sangat menghargai hadiah yang dibuat sendiri karena memiliki sentuhan perasaan orang yang membuatnya. apa lagi kalau, hadiah sesuai dengan keinginan....
Selain itu juga buat bekal ilmu untuk nantinya....(kalo dah tua "nenek" ketika dah vakum dirumah, tentunya membuat tangan sibuk ketika waktu luang donk...
suatu pospek yang bagus juga kalo hobi itu dikembangkan, suatu plan yang sempat terbesit untuk ndiriin butik muslimah... aamiin.... lagi pula dirumah ada 1 unit mesing jahit manual punya ummi n abi... yang jarang dipakai, paling kalau mempermak celana/ baju yang kegedean ato yang pada sobek n bolong....

Mulai deh hunting rumah kurus yang lebih murah dengan lebih berkualitas... kumpulin semua refrensi dari temen tentang rumah kursus..... akhirnya ketemu juga....

Yuk mulai praktek ja...
ada 3 tahapan dalam membuat jubah:
1. Pengukuran
2. Pembuatan pola
3. Menjahit

Sebelum membuat pola jubah/gamis kita terlebih dahulu kita melakukan pengukuran. Sebelum mengukur ikatlah pinggang dengan tali. Lingkaran pinggang ini akan membantu proses pengukuran terutama dalam menentukan letak/batas bagian lingkar pinggang dan meminimalis terjadinya kesalahan dalam pengukuran karena baju yang dipakai mengembang.

Jenis-jenis ukuran :
1. Lingkar badan : diukur pada bagian badan belakang, melalui ketiak hingga melingkari payudara, diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4-6 cm, atau 4 jari atau ukuran standar pada jubah adalah 100 cm.

2. Lingkar leher : diukur keliling leher, diambil angka pertemuan meteran pada lekuk leher depan bagian bawah.
3. Lingkar pinggang. Lingkar pinggang ada 2 macam:
-Lingkar pinggang asli : diukur pas pada bagian pinggang
-Lingkar pinggang kebiasaan : diukur sesuai kebiasaan dalam pemakaian (turun pinggang)
Dalam pembuatan gamis kita memakai ukuran lingkar pinggang asli.
Pengukuran diambil pertemuan melingkarnya meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm atau sesuai keinginan kelonggaran pada hasil ukurannya.
4. Lingkar pinggul : diukur bagian pinggul yang terbesar, dari ukuran pas ditambah kurang lebih 4-6 cm, atau 4 jari.
5. Lebar bahu : diukur dari pangkal leher sampai bagian bahu yang terendah (pangkal lengan)
6. Panjang dada/ muka : diukur dari lekuk leher bawah sampai dengan batas pinggang
7. Lebar dada : dibawah lekuk leher turun 5 cm, diukur mendatar dari batas kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
8. Panjang punggung : diukur dari tulang belakangturun sampai batas pinggang asli.
9. Lebar punggung :dari ruas tulang leher turun kurang lebih 8 cm, diukur dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
10.Panjang jubah : diukur dari leher ke bawah sampai kaki
11.Tinggi panggul : diukur dari pinggang turun sampai batas panggul terbesar
12.Lingkar kerung lengan : diukur pada keliling kerung lengan dalam keadaan pas, tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya/ longgar sesuai keinginan.
13.Panjang lengan : diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah, sampai kurang lebih 3 cm di bawah ruas pergelangan tangan atau sepanjang yang diinginkan. Untuk lengan panjang bermanset diukur sampai pergelangan tangan
14Lingkar pergelangan : untuk lengan polos : posisi telapak tangan terbuka rapat kemudian diukur melingkar pada bagian terbesar pas+1cm. untuk lengan bermanset: linkar pergelangan diukur melingkar pas + 7 cm

Read more "Cara Mengukur Badan dalam Membuat Gamis/ Jubah..."

11/20/2009

Prediksi Kiamat 2012, Benarkah?


Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sudah sejak dua tahun yang lalu isu kiamat ini muncul. Apalagi belakangan ini semakin mencuat karena boomingnya film yang menceritakan ramalan tersebut. Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Meksiko. Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.




Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi. Tukang ramal Indonesia, Mama Lauren pun sempat angkat bicara di transTV bahwa paranormal tidak bisa menembus tahun 2013 (hanya mentok di 2012). Apakah betul prediksi kiamat 2012? Apakah ada yang tahu kapan terjadinya kiamat?

Hancurnya Dunia Memang Semakin Dekat

Al Qur’an telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (QS. Ar Ra’du: 2)

Tanda-tanda semakin dekatnya kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara tandanya ada yang sudah terjadi. Seperti terbelahnya bulan di zaman Nabi (Lihat QS. Al Qamar: 1 dan HR. Bukhari no. 4864). Juga ada tanda yang akan bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang (pakaian ketat dan mengumbar aurat) (HR. Muslim no. 2128) dan munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai Nabi (HR. Bukhari no. 3609 dan Muslim no. 157). Inilah berbagai kejadian yang menandakan semakin dekat hancurnya dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengisyaratkan jarak waktu umat ini dengan hari kiamat dengan sabda beliau, “Jarak antara aku diutus dengan datangnya hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini.” Beliau pun berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya (HR. Bukhari no. 6504 dan Muslim no. 2951, dari Anas bin Malik). Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.

Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. “Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya.” (QS. An Nahl: 1) “Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).” (QS. An Nahl: 77) (Lihat keterangan Dr. Sulaiman Al Asyqor dalam kitab beliau “Al Yaumul Akhir: Al Qiyamah Ash Shughro”, hal. 115-117, terbitan Daarun Nafa-is, cetakan keempat, 1411 H)

Nabi Sendiri Tidak Tahu Kapan Datangnya Kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Bukhari no. 50 dan Muslim no. 9, 10)

Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Sebagian orang atau tukang ramal (yang sudah pasti suka berdusta), ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.

Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa paranormal (yang sebenarnya tidak normal) bisa menentukan waktu tersebut, baik Mama Laurent, suku Maya di Meksiko atau pun yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63). Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. (Lihat QS. Luqman: 34)

Apalagi prediksi kiamat 2012 berasal dari orang kafir. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6). Jika orang fasiq (yang suka maksiat) dari kalangan kaum muslimin membawa berita, perlu kita kroscek ulang atau cari kejelesan. Lalu bagaimana lagi dengan berita orang kafir yang melakukan kefasiqan yang besar?!

Aneh, Kiamat Terjadi Tanpa Melalui Tanda

Dunia hancur begitu saja tanpa melalui tanda-tanda kiamat terlebih dahulu. Itulah yang diangkat dalam ramalan tersebut dan film yang lagi booming saat ini. Sungguh hal ini berseberangan jauh dengan aqidah yang harus diyakini seorang muslim. Seharusnya kiamat datang melalui tanda-tanda terlebih dahulu. Ada tanda kiamat shugro (kiamat kecil) yang pernah terjadi, ada tanda yang terus berulang dan ada tanda kiamat kubro (kiamat besar).

Di antara tanda kiamat kubro disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Asid Al Ghifariy, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika berbincang-bincang. Beliau berkata, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.’ Beliau berkata, ‘Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.’ Beliau menyebutkan, ’[1] Dukhan (asap), [2] Dajjal, [3] Daabah, [4] terbitnya matahari dari barat, [5] turunnya Isa ‘alaihis salam, [6] keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, [7,8,9] terjadinya tiga gerhana yaitu di timur, barat dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah [10] keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka’.” (HR. Muslim no. 2901) Nabi ‘Isa sendiri turun kembali ke muka bumi dan beliau akan tinggal selama 40 tahun (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Nabi Isa akan membunuh Dajjal (HR. Muslim no. 2940), menghancurkan salib dan membunuh babi (HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 155). Tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits lainnya adalah datangnya Imam Mahdi dan beliau akan berkuasa selama 7 atau 8 tahun (Riwayat ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah Al Mukhtashoroh no. 711). Dari sini, mungkinkah kiamat terjadi tahun 2012 sementara tanda-tandanya saja belum muncul?!

Prediksi Kiamat Tidak Ada yang Tepat

Sudah sejak dulu banyak orang yang mengklaim terjadinya kiamat pada tanggal-tanggal tertentu. Anehnya lagi yang dipilih adalah angka-angka cantik layaknya memilih angka menarik ketika beli voucher perdana. Dulu ada yang meramalkan bahwa kiamat akan terjadi tanggal 19 September 1990 (19-9-1990) dan 9 September 1999 (9-9-1999). Namun ternyata prediksi yang ada ternyata keliru.

Beberapa ulama masa silam, memang ada yang sempat membicarakan waktu kapan terjadinya kiamat bahkan mereka memiliki kitab tersendiri yang membahas hal itu, di antaranya adalah Imam As Suyuthi. Begitu pula As Suhailiy memprediksi datangnya hari kiamat dengan menghitung-hitung huruf muqoto’ah (seperti alif laam miim dan haamiim) yang berada di awal-awal surat dalam Al Qur’an. Beliau memprediksikan bahwa kiamat akan terjadi 703 tahun setelah diutusnya Nabi (Lihat ‘Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, Badaruddin Al ‘Ainiy Al Hanafiy, 7/424, Multaqo Ahlil Hadits, Asy Syamilah). Begitu pula yang belakangan meneliti hal serupa adalah Dr. Baha’i. Beliau mengklaim bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1710 H. Beliau melakukan perhitungan dari huruf-huruf muqotho’ah yang terdapat di awal-awal surat sebagaimana yang dilakukan sebelumnya oleh As Suhailiy. Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor pun membantah pernyataan Dr. Baha’i, “Ini adalah suatu metode yang benar-benar keliru. Orang-orang sebelum dia ada yang menggunakan metode yang sama melalui hitungan huruf-huruf muqhoto’ah. Namun hasil perhitungan orang-orang sebelum Dr. Baha’i tidaklah sama dengannya. Mereka memiliki cara perhitungan yang sama, tetapi hasil perhitungannya jauh berbeda. Inilah yang menunjukkan kelirunya cara mereka dan menunjukkan pula tidak terbuktinya penelitian mereka.” (Disarikan dari “Al Yaumul Akhir: Al Qiyamah Ash Shughro”, hal 121-126)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun memiliki bantahan terhadap orang-orang semacam Dr. Baha’i dan yang sepemikiran dengannya. Beliau mengatakan, “Siapa saja yang menyibukkan diri memprediksikan terjadinya kiamat pada tahun tertentu; di antaranya yang menulis kitab “Ad Durro Al Munazzom Fii Ma’rifati Al A’zhom” (dalam kitab tersebut disebutkan sepuluh dalil yang menunjukkan kapan terjadinya kiamat), begitu pula ada yang memprediksi dalam kitab “Huruful Mu’jam”, atau dalam kitab ‘Anqo’ Mughrib, atau orang-orang lain yang melakukan prediksi yang sama; walaupun itu dianggap suatu hal yang menakjubkan oleh pengikutnya, namun perlu diketahui bahwa mayoritas mereka adalah pendusta, yang telah tertipu, dan telah terbukti bahwa mereka hanya berbicara tanpa dasar ilmu. Sungguh mereka telah mengklaim dan mengungkap suatu yang ghoib tanpa dasar ilmu sama sekali. Padahal Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui“.” (QS.Al A’rof: 33) (Majmu’ Al Fatawa, 4/342)

Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor mengatakan, “Semestinya yang dilakukan adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama umat ini dalam sejarah. Seandainya membicarakan kapan terjadinya kiamat adalah suatu kebaikan untuk manusia, tentu Allah Ta’ala akan memberitahukannya kepada mereka. Akan tetapi, Allah sendiri tidak memberitahukan hal tersebut. Maka inilah yang terbaik bagi mereka.” (Al Qiyamah Ash Shugro, hal. 122)

Masih Ada Kematian

Meskipun belum muncul beberapa tanda kiamat kubro, namun ada kematian yang pasti akan menghampiri setiap insan. Walaupun tidak menemui tanda kiamat kubro, setiap orang pasti akan merasakan kematian cepat ataupun lambat. Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari yang namanya maut. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.” (QS. Al Jumu’ah: 8)

Kematian (maut) adalah benar adanya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 19). Sehingga pantaskah terbetik untuk menunda-nunda beriman dan beramal sholih. Sungguh, hanya orang yang hatinya tertutup dengan kelamnya maksiat yang tidak mau memperhatikan hal ini. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaaf: 37). Hanya Allah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]

sumber: http://www.buletin.muslim.or.id
Read more "Prediksi Kiamat 2012, Benarkah?..."

11/18/2009

Suamiku Super Ganteng…..



Sejenak ia memandang wajah istrinya. Agak heran, “Ada apa, ya, dengan istriku, kok pakai memuji segala?” Begitulah salah satu reaksi suami ketika pertama kali menjumpai sang istri memuji dirinya. Hampir semua suami pasti senang mendengarnya,tak jarang malah melambung tinggi ke udara, apalagi yang memuji tersebut adalah orang yang paling dicintai. Memuji suami adalah sesuatu yang dianjurkan bagi para istri.Ini termasuk perkara yang terpuji dalam rangka menyenangkan hati suami. Bila ikhlas dilakukan demi sang suami tercinta, insya Alloohu Ta’ala berpahala.



Kaum Adam pun Sama

Urusan puji memuji bukan hanya spesial buat kaum wanita. Pria pun ingin dan butuh suatu pujian. Kalau para suami itu mau jujur, sebenarnya perasaan mereka tidak jauh beda dengan para istri, dalam hal keinginan untuk dipuji.
Pujian, bagi kita menandakan suatu penghargaan terhadap kelebihan atau usaha jerih payah kita. Sudah jadi kodratnya, manusia itu suka dihargai dan berharap sekali setiap orang menghargai terlebih istri tercinta.

Reaksi suami ketika dipuji pun tak beda jauh dengan para istri. Tersenyum, tertawa, malu-malu, atau yang lainnya sebagaimana umum terjadi pada wanita.

Yang boleh dan dilarang
Pada asalnya hukum memuji boleh-boleh saja. Kapan pun dan buat siapa pun. Namun, ada pengecualian dan itu termasuk pujian yang dilarang, yaitu jika pujian kita tersebut berlebihan, atau ada tujuan tertentu yang bertentangan dengan syariat agama, seperti menjilat atasan, dan lain sebagaimanya. Termasuk juga dalam larangan yaitu pujian yang membuat sombong, sum’ah dan ujub.

Larangan memuji demikian itu diisyaratkan oleh Rasulullaah shalallahu’alaihi wassallaam,

“Janganlah kalian mengagungkanku seperti yang diperbuat orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku tidak lebih dari hamba Allah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan rasul-Nya (Riwayat Bukhari).

Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa pujian itu harus sesuai dengan kenyataan, tidak boleh berlebih-lebihan (sampai keluar dari yang sebenarnya).

Saat tepat memuji suami
Agar manjur pujian Anda (para istri), hendaknya Anda tahu kapan saat yang tepat memuji sang suami. Karena saat yang tepat itulah akan tercapai tujuan, yaitu membuat suami ternyum, malu-malu, bahagia dan semakin cinta pada Anda.

Bagaimana caranya? Tips berikut insyaAllah bisa Anda pratikkan:

1. Puji suami saat berhasil dalam tugasnya, caranya:
* Seusai suami menceritakan keberhasilannya dalam tugas (apa pun), peluklah dirinya dan bisikkan kata-kata mesra, seperti I love you, mas hebat deh, aku bangga dengan mas dan lain sebagainya
* Cium suami sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan dia demi membahagiakan keluarga
* Butkan masakan spesial sebagai hadiah buat dirinya. Katakan kalau ini hadiah istimewa dari Anda, insya Allah suami akan tambah sayang
2. Puji suami sehabis ia mandi, caranya:
* Sehabis mandi, saat ia sedang berhias memperganteng diri pujilah ia, “Aduh, suamiku kok ganteng banget yah!”. Yakinlah ia akan tersenyum atau malu-malu.
* Cemburui dia saat tampil rapi, tunjukkan bahwa Anda takut kalau-kalau penampilannya tersebut membuat wanita lain meliriknya. Tunjukkan pula kalau Anda takut kehilangan dia.
3. Puji suami saat bangun tidur, caranya:
* Baik bangun tidur untuk shalat malam maupun bangun tidur biasa, pujilah dirinya. Sambil tersenyum katakan, “Mas, matanya sipit tambah cakep, deh!” kemudian cium tangannya.
* Tanyakan padanya minta dibuatkan masakan apa untuk sarapan atau makan siang. Ingatkan suami untuk segera mandi, sholat atau segera menyelesaikan pekerjaannya. Ini akan membuat suami merasa benar-benar diperhatikan.
4. Puji suami setelah membantu Anda, caranya:
* Saat membantu, sediakan baginya minuman hangat atau sekedar camilan.
* Cium tangannya, dan katakan, “Mas adalah suami yang hebat, sayang banget sama istri, ya?”. Sebagai penghargaan kepadanya karena sudah membantu pekerjaan Anda.
* Tawari untuk memijat dirinya jika ia kelelahan.
* Katakan padanya kalau nanti dirinya mengerjakan sesuatu dan butuh bantuansuruh bilang saja, Anda akan siap membantunya.
5. Puji suami sehabis jima’, caranya:
* Pandangi wajah suami, ucapkan terima kasih padanya karena telah memberi yang terbaik buat Anda.
* Segera mengambil minuman untuk suami, dan kalau bisa diminum bersama sebagai tanda sayang dan untuk menambah kemesraan.

Demikianlah sekelumit contoh sederhana dalam membahagiakan suami Anda wahai para Istri…

Buat Anda, para Suami
Bila suami sering dipuji sang istri, itu artinya istri semakin sayang kepada Anda. Istri senang, bahagia dan bangga dengan apa yang Anda lakukan kepadanya dan berharap untuk senantiasa seperti itu, kalau bisa selamanya. Pujian istri juga bermakna bahwa Anda telah menyenangkan dirinya, membuatnya bahagia. Satu kisah dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu seorang sahabat Nabi shalallahu’alaihi wassallaam, bisa menjadi pelajaran bagi Anda akan pentingnya menyenangkan hati istri, sebagaimana Anda juga berharap demikian. Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata,

“Aku berdandan diri untuk kepentingan istriku sebagaimana ia berdandan untuk kepentinganku. Aku tidak mau hanya menikmati hakku dari dirinya tetapi aku pun ingin ia memperoleh haknya dariku. Karena Allah subhannahu ta’ala telah menyatakan,

“…dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf..” (Al-baqarah: 228)

Dengan demikian, satu hal yang lumrah bila Anda harus berbuat yang terbaik buat sang istri tercinta. Namun perlu jadi catatan, apa pun pujian istri terhadap Anda tidak kemudian menjadikan Anda sombong atau ujub. Pula, jangan sampai setiap apa yang Anda lakukan buat istri bertujuan agar dipuji olehnya. Klau niatnya sudah begitu jelas hal tersebut keliru. Biarlah pujian itu keluar secara alamiah, bukan sesuatu yang menjadi niat Anda. Niat Anda tetap satu yaitu ingin menyenangkan hati istri, menyayangi dirinya, dan menjalankan perintah agama.karena yang demikian itu yang berpahala, selain itu berdosa. Wallaahu a’lam.

Oleh karena itu, kenapa harus berat atau malu untuk memuji sang kekasih hati? (Abu Zalfa)

Rujukan:

1. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat oleh Syaikh Muhammad bin Zainu.
2. 40 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri oleh Drs. M. Thalib

sumber: http://jilbab.or.id
Read more "Suamiku Super Ganteng…....."
 

My Facebook



Powered By Blogger

Blog Tricks

Powered By Blogger

Easy Blog Tricks

Powered By Blogger

Great Morning ©  Copyright by Salaf Garden | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks